Pulang Pesta Seorang Pemuda di Sikka Ditikam Hingga Tewas

Polisi dari Polsek Kewapante saat melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara, Sabtu (23/10) dini hari.

 

Yunus Atabara

 

Seorang pemuda Marcelo Selestino Rosario (MSR), 19 tahun, warga Pati Rangga, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten, Sikka, NTT, ditikam hingga tewas di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Sabtu (23/10) dini hari.

Kapolsek Kewapante, Iptu Yance Yauri Kadiaman mengatakan, Sabtu dini hari (23/10) sekitar jam 00.30 wita bertempat dijalan Trans Maumere – Larantuka, tepatnya di Dusun Bolawolon, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, telah terjadi kasus tindak pidana penganiyaan yang berujung meninggal dunia.

“Saat ini kita sedang dalami pelaku dan motif penikaman yang berujung meninggal dunia. Kita sudah periksa saksi dan mengambil keterangan pelapor,” kata Kapolsek Kewapante.

Peristiwa itu bermula dari sebuah acara pesta pernikahan di Geliting. Korban bersama rekannya dikejar oleh pelaku bersama rekannya dengan sepeda motor. Pelaku membawa pisau, parang dan linggis.

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) persis di sebelah barat Alfa Mart Bolawolon, salah satu pelaku menikam korban di bagian dada sebanyak 1 kali dengan menggunakan sebilah pisau dan korban langsung terjatuh dari sepeda motor.

Korban sempat melarikan diri di kebun ke arah pantai dalam kondisi terluka di bagian dada korban. Melihat korban bersimbah darah, pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja.

Akhirnya korban ditolong oleh warga sekitar dan mengantar korban ke Rumah Sakit St Gabriel Kewapante. Setelah mendapat pertolongan medis, korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian tersebut sudah dilaporkan di SPKT Polsek Kewapante dan telah dibuatkan Laporan Polisi dengan Nomor : LP / 240 / X / 2021 / NTT/Res. Sikka/Sek. Kewapante, guna proses hukum selanjutnya.

MSR (19) saat menjalani observasi di RS St Gabriel Kewapante, Sabtu (23/10) dini hari.

Tindakan yang sudah dilakukan penyidik adalah, menerima laporan, meneliti semua keterangan, mencatat identitas korban, dan saksi-saksi. Membuat Laporan Polisi, membuat visum et Repertum dan mengolah tempat kejadian perkara.

Selain itu polisi sudah mengambil keterangan saksi dan pelapor. Tim penyidik langsung turun ke lapangan guna penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan mendalami motif penikaman.(Yan/ol)

Leave a Comment