Ratusan Warga Mabar Dapat Bantuan BSPS

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan,Thomas Aquino Sudirman. Foto: Gerasimos/VN
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan,Thomas Aquino Sudirman. Foto: Gerasimos/VN

Gerasimos Satria

Ratusan warga di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur mendapat bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Bantuan perbaikan rumah itu kini hampir rampung 100 persen.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan,Thomas Aquino Sudirman,Jumat (13/8) mengatakan sebanyak 250 rumahTidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Manggarai Barat mendapatkan bantuan Program BSPS. Setiap rumah mendapat bantuan senilai Rp 20 juta.

Dia menjelaskan Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR melakukan perbaikan atau bedah rumah untuk meningkatkan kualitas menjadi layak huni. Tujuan dan hasil dari BSPS adalah terwujudnya rumah layak huni wilayah Manggarai Barat, serta bantuannya tepat sasaran dan tepat prosedur.

“Program BSPS ini tanpa adanya pungutan biaya. Masyarakat menerima bantuan dalam bentuk bahan bangunan dan mengerjakan pembangunan secara bersama-sama dan bergotong royong,”jelas Thomas.

Ia merincikan pembangunan rumah standar permanen ini tersebar di Kecamatan Mbeliling dan Welak. Pembangunan ini melibatkan tenaga pendamping yang profesional. Untuk tahap pertama BSPS sudah hampir rampung sedangkan tahap dua sebanyak 100 unit rumah sedang dalam pembangunan.

Selain BSPS, ratusan warga di Kabupaten Manggarai Barat juga mendapat bantuan bedah rumah dalam program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) melalui dana APBD II Pemkab Mabar. Saat ini pengerjaan bangunan rumah layak huni program BRS itu hampir tuntas dikerjakan.

Menurutnya, Pemkab Mabar terus mendorong peningkatan penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Manggarai Barat melalui Program BSPS dan BRS. Dana yang diberikan kepada masyarakat akan dialokasikan untuk pembelian bahan bangunan sebesar Rp17,5 juta dan pembayaran upah tukang sebesar Rp2,5 juta.

“Kami juga menerjunkan tenaga pendamping untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pelaksanaan Program BSPS dan BRS,” ujar Thomas.

Bupati Mabar Edistasius Endi menyampaikan program BRS dan BSPS merupakan upaya pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni di Kabupaten Mabar dan sebagai wahana evaluasi pencapian secara menyeluruh terhadap upaya pemberdayaan masyarakat pada tingkat desa.

Ia meminta semua pihak untuk mendukung program BRS dan BSPS karena alokasi anggaran terbatas. Tidak semua desa di Kabupaten Mabar mendapat program BSPS. Untuk tahun ini hanya ada dua kecamatan yakni Mbeliling dan Welak.

”Bagi desa yang belum kebagian, saya berharap untuk bersabar. Pemkab Manggarai Barat akan tetap mengusahakan semua kecamatan mendapatkan program BSPS dan BRS bagi pembangunan rumah yang tidak layak huni” ujar Edi. (bev/ol)

Leave a Comment