Sekelompok Sopir di Setda TTS Bantu Bedah Rumah Janda

Mama Regina (baju putih) dikeliling para sopir yang membantu memperbaiki rumahnya. Foto: Megi/VN
Hasilnya, Mama Regina baru saja menerima kunci dan akan tidur aman mulai malam ini di rumah yang lebih layak.

Megi Fobia

Sekelompok sopir yang selama ini bekerja sebagai sopir mobil dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur mengumpulkan sejumlah uang dan bahan bangunan untuk membantu proses bedah rumah dari seorang janda, Regina Tasuib (84) warga RT 23/RW 09 Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan.

Regina sudah tinggal sebatang kara. Dua anak perempuannya merantau tanpa ada kabar. Sebelumnya, ia tinggal di rumah yang sudah rusak dan tak layak lagi. Para sopir yang mengetahui kondisi itu berupaya membantu dan memperbaiki rumah Regina.

Proses pemberian kunci berlangsung haru. Regina tak kuasa menahan air mata saaat menerima kunci yang diberikan  oleh Asisten II Setda TTS, Seperius Edison Sipa disaksikan oleh para sopir yang selama ini membantunya.

“Kamu sudah selesai kerja rumah dan kamu datang lihat saya atau tidak, saya anggap kamu adalah anak saya sendiri,” ujar Regina dengan bahasa Dawan (bahasa tradisional setempat) sambil berlinang air mata.

Ia mengatakan sebelum diperbaiki, rumahnya hanya berdinding bebak, beratap daun lontar, dan berlantai tanah. Namun, sekarang ia bisa hidup lebih baik di dalam rumah yang sudah diperbaiki.

Mendengar itu, semua sopir yang hadir ikut terharu dan menitikkan airm mata bahagia. Mereka bahagia karena Regina akhirnya bisa tinggal di tempat yang baik dan menangis karena proses membedah rumah tidak mudah dan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Asisten II Setda TTS Seperius Edison Sipa menyerahkan kunci rumah layak huni kepada Regina Tasuib.

Asisten II Setda TTS Seperius Edison Sipa menyerahkan kunci rumah layak huni kepada Regina Tasuib.

Ketua kelompok para sopir Jefri Mbuik dibantu Sekretaris Ady Lepa dan bendahara Darius Liubana bersama sejumlah teman lain masih berstatus sebagai pegawai honor. Meski begitu, mereka berupaya menyisihkan sedikit dari yang mereka punya dan bekerjasama membangun rumah bagi Mama Regina.

Jefri mengaku informasi soal Mama Regina diperoleh dari masyarakat sekitar. Setelah survey, Mama Regina ternyata tinggal di tempat yang tak layak lagi dan sering meminta makanan dari setiap orang yang lewat di jalan. Ia lalu berdiskusi dengan para sopir lain untuk membantu sebisa mungkin.

“Hasilnya, Mama Regina baru saja menerima kunci dan akan tidur aman mulai malam ini di rumah yang lebih layak,” ungkapnya.

Asisten II Setda TTS, Seperius Edison Sipa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif dan kerja bersama para sopir.

“Pak Bupati punya program untuk bedah rumah janda, yatim piatu dan duda yang tidak layak huni. Sehingga beda rumah yang dilakukan driver Pemda TTS ini sebagai dukungan terhadap program Bupati TTS,” katanya.

Mantan Kadis P dan K TTS ini mengaku tidak pernah membayangkan, para sopir berani secara swadaya melakukan aksi nyata membantu Mama Regina.

“Hari ini penyerahan kunci beda rumah oleh para sopir dengan status honor di TTS. Saya diminta untuk serahkan kunci rumah milik Regina Tasuib yang sudah dikerjakan menjadi layak huni,” ucapnya.

Edison salut bedah rumah berukuran 5×7 meter ini dilakukan para sopir honorer yang menerima gaji setiap tiga bulan sekali.

“Alokasi gaji driver Pemda TTS ini baru 6 bulan dari APBD Induk dan baru ditambahkan pada perubahan APBD tetapi para driver sudah melakukan aksi peduli yang luar biasa. Terima kasih untuk para sopir. Jangan lupa jenguk Mama Regina jika sakit,” pesannya. (bev/oL)

Leave a Comment