SMAN 3 Terapkan Sistem Tatap Muka Terbatas

 

Putra Bali Mula

 

SMAN 3 Kupang mulai menerapkan kegiatan belajar mengajar dengan sistem tatap muka secara terbatas.

Kepala SMAN 3 Kupang, Selfina Dethan kepada VN di ruang kerjanya pada Senin (24/5) menyampaikan soal ketentuan-ketentuan itu dalam menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di sekolah tersebut.

Tatap muka yang dilangsungkan secara terbatas ini, jelasnya, berdasarkan hasil tes PCR (polymerase chain reaction) dan atas persetujuan orang tua atau wali murid.

Tes PCR dilakukan oleh pihak Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokesmas) NTT pada 20 Mei lalu dengan hasil yang keluar pada 21 Mei sore. Sementara pada 22 Mei pihak sekolah melakukan rapat mengenai penilaian akhir semester atau ujian semester.

“Sehingga hari ini kami mulai masuk,” katanya.

Ada 200 lebih siswa yang mengikuti PCR dari 864 siswa. Untuk tatap muka terbatas ini pun juga diterapkan pembelajaran secara daring atau dengan jaringan (online). Ada kelas 10 dan kelas 11 IPS 2 yang bertemu langsung secara tatap muka.

Pada saat masuk para siswa juga tetap melalui pemeriksaan dan pihak sekolah mengingatkan soal protokol kesehatan untuk ditaati selama di sekolah maupun saat pulang nantinya. Ruang kelas juga disterilkan.

Dalam satu kelas bisa berisikan 10 pelajar. Ada juga ruangan yang berukuran 10 kali 11 meter yang bisa menampung 15 pelajar.

Ujian

SMAN 3 Kupang saat ini tengah menyelenggarakan ujian, siswa sendiri juga membawa bekal makanan untuk waktu istirahat selama masa ujian seminggu ke depan. Dalam sehari ada dua mata pelajaran yang diujikan dan para siswa tidak diperkenankan keluar ruangan kecuali ke toilet. Untuk pulangnya, tiap-tiap kelas keluar secara bertahap.

“Ada 13 kelas yang tatap muka terbatas tujuh hari ini,” kata dia.

Pemberlakuan PCR nantinya juga secara bertahap akan diberlakukan kepada semua siswa dan guru pegawai. Bagi yang tidak diperiksa secara PCR tidak diperkenankan ke sekolah.

“Kalau semua sehat bulan Juli kita bisa tatap muka seluruhnya, kebetulan Mei, Juni, mungkin Juli nanti swab lagi,” ungkapnya. (Yan/ol)

Leave a Comment