Tangani Kekeringan, Pemkot Kupang Siapkan 1.000 Tangki Air

Jemy Didok, Kalak BPBD Kota Kupang
Jemy Didok, Kalak BPBD Kota Kupang

Putra Bali Mula

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menerima laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal kekeringan.

Untuk menindaklanjutinya BPBD melakukan pendataan warga yang kemungkinan terdampak untuk mendapatkan 1.000 tangki air yang disediakan.

“Kami bersurat ke kelurahan dan kecamatan untuk sampaikan kepada RT RW agar mendata warga di titik-titik yang nantinya terimbas kekeringan ini,” tukas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Kupang, Jemy Didok, di Gedung DPRD Kota Kupang, Sabtu (25/9).

Ia menjelaskan hingga 27 Agustus telah terdata 5.000 kepala keluarga yang terdampak sedangkan anggaran untuk distribusi air di 2021 hanya memenuhi untuk 1.000 tangki air.

Untuk itu dengan kemampuan sementara ini maka BPBD Kota Kupang memprioritaskan wilayah yang sangat terdampak sesuai laporan BMKG.

“Kami akan berupaya bagaimana supaya data dari 51 kelurahan yang sudah masuk akan diutamakan titik-titik yang sangat membutuhkan,” ungkap Didok.

Alak, Maulafa, Belo, Naimata dan kelurahan yang terdampak kekeringan lainnya, menurut Jimmi, akan diprioritaskan untuk mendapatkan 1.000 tangki air ini. “Kami acak agar terlayani,” kata dia.

Proses pendistribusian akan dilakukan begitu administrasi selesai dilengkapi. Ia menyebut dalam waktu dekat sudah mulai distribusi ke masyarakat.
Kota Kupang sendiri termasuk 6 wilayah di NTT yang masuk kategori tanpa hujan ekstrem lebih dari 60 Hari. BMKG merinci Kabupaten Nagekeo, Sumba Timur, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Belu akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan Kategori Ekstrem Panjang lebih dari 60 hari.

Hal ini dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika melalui Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang seperti diterima VN belum lama ini.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG, Rahmatulloh Adji menyebut monitoring HTH berturut-turut dasarian II September 2021 di Provinsi NTT pada umumnya mengalami HTH dengan kategori Sangat Pendek atau 1-5 hari hingga Kategori Pendek 6-10 hari.

Namun terdapat 6 kabupaten yang masih mengalami HTH dengan Kategori Ekstrem Panjang atau lebih dari 60 hari. Kabupaten Nagekeo dengan Kategori Ekstrem Panjang sekitar Rendu, Sumba Timur di sekitar Rambangaru dan Kamanggih, wilayah Sabu Raijua sekitar Daieko.

Kota Kupang juga termasuk daerah Kategori Ekstrem Panjang yaitu sekitar Lasiana, Sikumana, Bakunase, Oepoi, Mapoli, Fatubena dan Fatubesi).
Sementara Kabupaten Kupang sekitar Sulamu, Baumata, Oelnasi dan Oenesu. Untuk Kabupaten Belu di sekitar Fatubenao.

Analisis curah hujan Dasarian II September 2021 pada umumnya di wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah atau 0–50 mm.
Namun sebagian besar Kabupaten Manggarai Barat, sebagian Manggarai, sebagian besar Manggarai Timur, sebagian kecil Ngada dan sebagian kecil Ende mengalami curah hujan dengan kategori menengah atau 51-150 mm.

Sebagian kecil wilayah Kabupaten Manggarai dan sebagian kecil Manggarai Timur mengalami curah hujan dengan kategori Tinggi 151-300 mm.
Sedangkan sebagian Manggarai Barat, Manggarai, sebagian besar Manggarai Timur serta sebagian kecil Ngada diprakirakan memiliki peluang curah hujan 21-50 mm sebesar 51-90 persen. Pada sebagian kecil Manggarai Barat diprakirakan memiliki peluang curah hujan lebih dari 50 mm sebesar 41-60 persen. (mg-06/R-01)

Leave a Comment