Warga Nagekeo Diminta Waspada terhadap DBD

Hermelinda Rangga Kabid P2P Dinkes Kabupaten Nagekeo

Bernard Sapu

 

Ada 10 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT dalam lima bulan terakhir, Januari-Mei 2021. Dari 10 kasus yang tercatat tahun ini, tidak ada yang sampai meninggal dunia. Namun demikian, warga diminta tetap waspada terhadap penyakit DBD yang mematikan itu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan setempat melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hermelinda Rangga, kepada awak media, Senin (7/6).

Hermelinda mengatakan, jumlah tersebut terbilang lebih sedikit di periode yang sama bulan Januari-Mei 2020 dengan 30-an kasus. “Jumlahnya memang cenderung menurun. Ini mungkin karena siklus cuaca lima tahunan, dan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan yang semakin tinggi,” ungkapnya.

Hermelinda menjelaskan, dari 10 kasus DBD tersebut tersebar di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Aesesa, 4 orang, Kecamatan Boawae, 2 Orang dan Kecamatan Boawae 4 orang. Sehingga totalnya menjadi 10 orang yang terjangkit virus DBD.

Kasus DBD di tahun 2020 sebanyak 66 kasus. “Dari 66 kasus DBD itu tersebar dis semua kecamatan yang ada di Kabupaten Nagekeo,” ujarnya.

Hermelinda mengakui kasus DBD di Nagekeo tergolong banyak karena ada cukup banyak faktor penyebabnya. “Selain dipengaruhi faktor cuaca juga geografis,” imbuhnya.

Secara geografis, Kabupaten Nagekeo memiliki banyak cekungan. Menurutnya, di titik-titik cekungan itulah nyamuk bersarang saat musim penghujan. “Ada dua kelompok usia produktif yang kerap terjangkit, yakni anak usia 5 hingga 14 tahun dan usia 15 hingga 44 tahun,” tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan warganya untuk mempelajari dan mewaspadai gejala-gejala yang timbul saat terserang DBD, terutama siklus demam yang kerap naik turun.

Sebagai upaya pencegahan maksimal, kata dia Pemda Nagekeo menginisiasi gerakan satu rumah satu jumantik dan melakukan fogging. Ia juga menjamin pelayanan di puskesmas dan rumah sakit berjalan normal meski di tengah pandemi virus covid-19.

Sementara itu ditempat terpisah Direktur RSD Aeramo Renny Wahyuningsih yang ditemui awak media, Senin (7/6) di Kantor DPRD Nagekeo mengatakan, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT, mulai merebak. Buktinya sejak bulan Januari hingga bulan akhir bulan Mei RSD sudah melayani Pasien yang terjangkit DBD. Namun dari sejumlah penderita telah dirawat secara baik dan sembuh.

Renny menyampaikan, menjelang musim pancaroba masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit DBD ini. (Yan/ol)

Leave a Comment