Wisata Lelogama Digarap Tahun 2022

Wisata alam Batu Susun di Lelogama. Foto: ariantos.blogspot.com
Wisata alam Batu Susun di Lelogama. Foto: ariantosntt.blogspot.com

Putra Bali Mula

Pemerintah Provinsi NTT akan menggarap wisata dan potensi budaya lokal di Lelogama, Kabupaten Kupang tahun 2022.

Kepala Disparekraf NTT Zet Sony Libing, kepada VN di ruang kerjanya beberapa hari lalu mengatakan secara umum, festival terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat akan dilaksanakan di destinasi wisata.

Semua program pemerintah juga harus masuk ke dalam pariwisata estate misalnya Fatumnasi untuk pengembangan pertanian dan peternakan juga sebagai ketahanan rantai pasok.

Selain dinas pertanian dan peternakan, dinas perindustrian juga perlu menjaring potensi ekonomi masyarakat lain yang bisa dikembangkam dan tidak saja soal tenun. Begitupun dengan dinas lain.

Menurutnya, pengembangan wisata di wilayah Lelogama juga menjawabi dukungan Pemprov NTT yang sudah melakukan pembangunan jalan dan jembatan di Lelogama.

Ia menyebut potensi di Lelogama juga sangat banyak misalnya madu. Atraksi alam di Lelogama juga perlu dipersiapkan untuk mengangkat nilai pariwisata di sana.

“Madu mereka itu luar biasa,” tukasnya.

Tokoh-tokoh adat dan budayawan akan diajak untuk berkolaborasi untuk mendukung pengembangan wisata di Lelogama.

Obsesi pengembangan wisata di Lelogama baginya akan bercermin pada perkembangan wisata di Manggarai seperti menampilkan kultur, budaya dan adat setempat.

“Seperti di puncak Gunung Waerebo kita menikmati musik gambus mereka dan setiap pertunjukan wisatawan akan membayar,” tukasnya.

Fatumnasi misalnya, dikoordinasikan untuk mempersiapkan kelompok-kelompok seni tari, musik dan lainnya untuk menampilkan budaya lokal yang ada kepada wisatawan.

“Dan itu diinformasikan kepada pengunjung bahwa ada pertunjukan ini, akan ditampilkan seperti ini, ada nilai ceritanya,” tambah dia.

Ia menyebut destinasi NTT sangat kaya dengan nilai lokal yang perlu disampaikan kepada pengunjung. Lelogama akan mengembangkan itu dengan segala potensi yang ada di sana.

Selain itu dengan adanya Observatorium Timau yang tersebar se-Asia Tenggara akan semakin meningkat nilai wisata di Pulau Timor juga.

“Kita mau jual itu dan ke depan setelah COVID-19 maka wisatawan luar negeri yang akan banyak berdatangan dan menyaksikan observatorium terbesar kita,” tukasnya.

Alam yang indah dan luar biasa akan ditawarkan kepada wisatawan saat observatorium terbesar itu menjadi pemicu atau trigger datangnya wisatawan dari luar ke Pulau Timor.

“Branding kita namanya wisata langit malam,” kata dia.

Untuk diketahui NTT memiliki 12 nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2021 termasuk Lelogama. Nominasi dimaksud yaitu Kategori Destinasi Belanja: Galeri Akusikka (Kabupaten Sikka), Kategori Cendera Mata: Tais Belu (Kabupaten Belu), Kategori Olahraga dan Petualangan: Trekking Bukit Wade (Kabupaten Lembata).

Berikutnya, Kategori Wisata Air: Telaga Nirwana (Kabupaten Rote Ndao), Kategori Ekowisata: Bukit Sejuta Bintang Lelogama (Kabupaten Kupang), Kategori Dataran Tinggi: Bukit Wolobobo (Kabupaten Ngada), Kategori Kampung Adat: Kampung Lewokluok (Kabupaten Flores Timur).

Kemudian, Kategori Situs Sejarah: Situs Gaja Mada (Kabupaten Sabu Raijua), Kategori Atraksi Budaya: Tari Bera (Kabupaten Manggarai Timur), Kategori Destinasi Unik: Sawah Lembor (Kabupaten Manggarai Barat), Kategori Destinasi Baru: Tuamese (Kabupaten Timor Tengah Urtara), Kategori Surga Tersembunyi: Fatumnasi (Kabupaten Timor Tengah Selatan. (bev/ol)

Leave a Comment