Yeskiel Loudoe : Mosi 23 Dewan Kota tak Memihak pada Rakyat

Yeskiel Loudoe Ketua DPRD Kota Kupang

Rafael L Pura

 

Ketua DPRD Kota Kupang mengajak ke 23 anggota DPRD Kota Kupang yang melayangkan mosi untuk dirinya kembali ke jalan yang benar. Mosi yang dilayangkan itu, selain tidak diatur dalam undang-undang, juga tidak memihak kepada kepentingan rakyat.

“Kalau kita cermati mosi itu, tidak ada satu poin pun yang memihak kepentingan rakyat. Hanya kepentingan mereka sendiri,” katanya.

Ke 23 anggota Dewan yang melayangkan mosi itu, sebelumnya menyatakan tidak akan kembali bersidang selagi masih dipimpin Yeskiel Loudoe. Mereka meminta Yeskiel menyerahkan palu pimpinan itu ke wakil ketua Dewan Kota Kupang.

Terhadap permintaan itu, Yeskiel menyebutnya sebagai permintaan yang tidak mendasar, karena ia dibayar oleh rakyat untuk memimpin sidang.

Yeskiel mengatakan, semua anggota Dewan wajib mengikuti aturan yang ada. Tidak seenaknya membuat sesuatu di luar dari aturan kemudian memaksa orang untuk mengikutinya.

Semua tahapan sidang, kata Yeskiel, telah melalui keputusan bersama. Setiap keputusan diambil di lembaga dewan merupakan kesepakatan bersama, bukan hanya pimpinan dewan saja. Sehingga sebagian menyatakan tidak adanya Bamus, itu tidak benar.

“Makanya saya bilang. Berdiri di sini, hilangkan mosi itu dan kembali bersidang. Kan mereka sudah akui, masih mengakui saya sebagai ketua Dewan, tapi tidak mau saya pimpin sidang. Saya dibayar rakyat untuk memimpin sidang ini, kecuali saya melanggar kode etik di lembaga ini dan menyusahkan masyarakat,” katanya.

“Point-poin yang mereka sampaikan itu, kalau kita cermati, tidak ada satu pun poin untuk kepentingan rakyat, hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Oleh karena itu, pulanglah ke jalan yang benar,” katanya.

Yeskiel mengajak semua anggota, menepikan ego masing-masing, agar kembali bersidang demi kepentingan rakyat Kota Kupang. (Yan/ol)

Leave a Comment