Pasca Badai Seroja, Pemerintah Siapkan Benih dan Alat Pertanian

Alat pertanian

Putra Bali Mula

 

PEMERINTAH Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyiapkan penyaluran berbagai jenis benih dan mesin pertanian. Ribuan benih tanaman pertanian dipersiapkannya untuk memperkuat ketahanan pangan pasca Badai Seroja.

Lecky Frederick Koli, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyampaikan hal itu kepada VN, belum lama ini.

Ia mengakui, Badai Seroja berakibat pada kerusakan pada tanaman pertanian.

“Sekitar 20 ribu tanaman yang rusak. Kerusakan itu membutuhkan penanganan cepat karenanya pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk penyediaan benih bagi 35 ribu hektare padi dan 32 ribu lebih hektare untuk jagung di NTT,” katanya.

Di samping itu, terdapat Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk perbaikan saluran-saluran irigasi tersier yang dikerjakan secara padat karya di kabupaten terdampak badai Seroja.

Koordinasi dengan pemerintah pusat juga dijalankan untuk pengembangan kacang-kacangan yaitu kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai.

“Ini semua untuk ketahanan pangan masyarakat pasca Badai Seroja,” lanjutnya.

Semuanya, kata dia, sudah dikerjakan, dimulai dengan penanaman bertahap yaitu jagung, kedelai, padi, untuk musim tanam kedua tahun ini.

“Nanti kita selesaikan semuanya di ASep (April-September) ini dan kita lanjutkan di OkMar (Oktober-Maret),” sambungnya.

Kementerian Pertanian juga akan mengembangkan 100 ribu pohon pisang berbagai jenis di 10 kabupaten terdampak badai Seroja di NTT. Pekan depan, kata dia, tim dari Jakarta datang mengevaluasi potensi program tersebut.

“Kita juga sudah sampaikan ke kabupaten untuk mereka mempersiapkan lokasi dan disampaikan kepada petani mana saja yang belum mendapatkan intervensi. Ini sementara dikerjakan,” ujarnya.

Selain intervensi ini, program reguler pemerintah tetap berlanjut yaitu padi biofortifikasi 12 ribu hektare, jagung hibrida 5 ribu hektare, kedelai 1000 hektare, kemudian jagung komposit 1200 hektare, termasuk padi inbrida 5 ribu hektare.

“Ini sudah disiapkan benihnya dan fokus kita kepada masyarakat yang terkena bencana dan tetap membangun ketahanan pangan di sentra produksi pertanian padi, jagung dan kacang-kacangan lainnya,” jelasnya.

Selain menyediakan benih, alat mesin pertanian di hulu seperti traktor dan pompa air pun telah siap di lokasi pertanian untuk penanaman 100 hari panen ke depan. (Yan/ol)

 

 

Leave a Comment