TPID NTT Awasi Harga Pangan selama Bulan Ramadhan

Foto:istimewa

Putra Bali Mula

 

 

TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTT terus memantau kestabilan harga pangan selama bulan ramadhan terlebih jelang lebaran 2021 lalu.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hery Catur Wibowo, menyampaikan ini kepada VN di Hypermart Kupang, belum lama ini, usai launching Semarak QRIS NTT.

TPID NTT sendiri terdiri dari berbagai instansi lintas sektor, di antaranya adalah Disperindag NTT, Biro Perekonomian NTT, Bulog NTT dan dinas-dinas lainnya termasuk Satgas Pangan Bank Indonesia. Bank Indonesia sendiri adalah wakil ketua tim tersebut.

Catur menyampaikan TPID NTT telah melakukan pemantauan, evaluasi dan rapat pembahasan dengan Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili oleh Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing.

Pada intinya, sebut dia, Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh anggota TPID NTT siap melakukan pengendalian harga.

“Dari satgas pangan, Polda, siap pengamanan juga sehingga kita meyakini inflasi di NTT tidak mengalami gejolak berarti,” katanya.

Dalam rapat bersama Sekda NTT saat itu pun TPID NTT sudah mengarahkan Pelindo agar atas izin KSOP bisa memprioritaskan untuk perusahaan pelayaran dengan muatan barang prioritas, penting, urgen atau kebutuhan pokok yang mudah rusak untuk dapat diutamakan bersandar.

Ia menyebut TPID NTT memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan melakukan komunikasi kepada masyarakat, termasuk dengan kestabilan harga komoditas di pasar akan diawasi. Setiap harga secara komoditas memang berbeda, kata dia, namun tidak akan lepas dari pantauan.

Di samping pengawasan harga, TPID NTT juga akan menyelenggarakan pasar murah jelang lebaran. Pasar murah dari tim berbagai instansi ini diharapkan dapat menstabilisasi harga.

“Kita siap bersinergi dengan OPD terkait,” pungkasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment