Pemeliharaan Mata Air Dengan Dana Desa Minim

Salah satu sumber mata air di NTT

 

 

 

Putra Bali Mula

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT menilai perhatian pemerintah desa untuk memelihara sumber mata air di desa sangat minim.

Ia mengingatkan pentingnya penggunaan dana desa untuk pemeliharaan mata air.

Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara kepada VN, Kamis (22/4) mengatakan banyak desa di NTT yang mengalami kekeringan sehingga pemeliharaan mata air penting agar sumber mata air desa tetap terjaga. Jangan sampai hanya dimanfaatkan tapi tidak dikelola dan dijaga dengan baik.

“Desa-desa bergerak. Lurah-lurah bergerak, termasuk dengan pemeliharaan mata air desa. Dana desa juga penting menyasar pemeliharaannya,” ungkapnya.

BBKSDA NTT, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri. Pihaknya membutuhkan peran stakeholder dan masyarakat untuk memperhatikan kelangsungan alam. Ia menyebut air bermanfaat untuk banyak hal dan dapat mendukung aktivitas ekonomi sebuah desa.

“Mata air harus dipelihara. Jadi dana desa jangan bangun pembuatan fasilitas dan jalan tetapi juga untuk sumber air. Itu berpengaruh pada alam juga nantinya,” tukasnya.

Sebelumya, Paul Liyanto selaku Anggota Komisi I DPD RI dan Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) NTT juga menyoroti soal pengelolaan dan penyalahgunaan dana desa.

BumDes, menurut dia, masih tidak berdampak banyak bagi pembangunan desa. Sementara lemahnya SDM (sumber daya manusia) desa memengaruhi hal ini sejak awal. Sedangkan kepala desa banyak yang terjerat hukum karena penyalahgunaan dana desa. (bev/ol)

Leave a Comment