Bangun Pariwisata NTT tanpa Melihat Perbedaan

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat disambut Bupati Manggarai, Herybertus Nabit dengan mengalungkan selendang di Manggarai, kemarin.

Kekson Salukh

 

MEMBANGUN pariwisata Provinsi NTT tidak harus melihat perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Penegasan ini disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam orasinya pada acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PT Bank Pembangunan Daerah NTT dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai, Universitas Katolik Indonesia ST. Paulus-Ruteng, dan Dekranasda Kabupaten Manggarai, Sabtu (22/5) di rumah adat Gendang Ka, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Menurut Gubernur, yang harus diperhatikan pemimpin kabupaten dalam membangun NTT yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja cepat.

“Jangan karena pemimpinnya orang katolik maka semua pejabat itu orang katolik, atau karena pemimpinnya beragama Kristen maka semua pejabat orang Kristen walaupun tidak mempunyai kemampuan. Yang harus kita utamakan itu kerja keras, cerdas, dan tepat,” tegas Gubernur.

Melihat kentalnya isu agama dalam pembangunan NTT, kata Gubernur, ia mengangkat Senior PMKRI, Pius Rengka dan senior GMKI Imanuel Blegur untuk meredam situasi politik berbasis agama itu.

Pemimpin hebat dan visioner, kata VBL, akan mengambil langkah-langkah yang membuat mereka tidak populer. Dia (Pemimpin) harus memberikan yang menjadi kebutuhan masyarakat bukan keinginan masyarakat.

Ia berkomitmen bersama para bupati di NTT akan membuat terobosan-terobosan demi pembangunan di NTT.

“Masyarakat di Manggarai memiliki kemampuan yang luar biasa tinggal didorong. Saya berharap kontribusi pertumbuhan ekonomi di NTT datang dari kabupaten yang bupatinya rajin bekerja,” pintanya.

Ia menegaskan, pemimpin harus di lapangan bukan menunggu laporan di kantor dari para “malaikat” atau pimpinan organisasi perangkat daerah. “Perlu ada kerja lapangan. Saya senang Bupati Manggarai, dan Bupati Manggarai Barat masih muda sehingga mereka punya semangat kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, walaupun perjalanan pembangunan NTT masih banyak kekurangan seperti SDM dan anggaran tetapi proses pembangunan harus tetap jalan.
“Saya optimistis, Manggarai dibawah kepemimpinan Hery Nabit bisa membangkitkan ekonomi NTT, karena bupatinya masih muda dan berpikir progresif sehingga memberikan harapan baik. Saya berharap Bupati yang lain seperti ini,” pungkasnya.

Bupati Manggarai, Herybertus Nabit mengatakan, Kunjungan Gubernur NTT bersama rombongan merupakan Kunjungan perdana di masa kepemimpinannya.

Pihaknya sedang menata dan membenahi pelayanan. Program utama di Manggarai saat ini fokus pada pembangunan pariwisata dalam mendukung Labuan Bajo sebagai wisata premium.

“Pemerintah Manggarai akan berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendukung pembangunan pariwisata di Labuan Bajo dengan berharap mungkin ada wisatawan yang mau datang di Manggarai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan di Manggarai akan disesuaikan dengan program kerja Pemprov NTT sehingga visi dan misi Gubernur untuk NTT bisa Bangkit dan Sejahtera dapat tercapai. (ari/yan/ol)

Leave a Comment