PMKRI Desak Kejari Sikka Usut Kasus Travo Senilai 1,8 Miliar

Kejari Sikka, Fahmi, saat menerima perwakilan Mahasiswa PMKRI Maumere, Jumat (21/5) siang. Foto:Yunus vn

Yunus Atabara

 

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMKRI St.Thomas Morus Cabang Maumere menggelar aksi damai di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.

Mahasiswa PMKRI mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Sikka untuk segera mengumumkan hasil Pulbaket kasus pengadaan Travo senilai Rp1,8 miliar pada IGD RS TC Hillers Maumere, yang dinilai janggal dan terindikasi merugikan keuangan negara.

Pantauan VN Jumat (21/5) pagi, puluhan Mahasiswa PMKRI melakukan long march dari Marga PMKRI di Kota Uneng menuju Kantor Kejaksaan Negeri Sikka di jalan Jendral Sudirman.

Aksi damai Mahasiswa PMKRI ini dijaga ketat puluhan aparat Kepolisian dari Mapolres Sikka. Mahasiswa tiba di kantor Kejaksaan pukul 09.00 wita, langsung berorasi di Jalan persen di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.

Setelah 30 menit berorasi, akhirnya 8 orang perwakilan Mahasiswa PMKRI diperkenankan masuk dalam kantor Kejaksaan Negeri Sikka untuk beraudiens dengan Kepala Kejaksaan, terkait hasil Pulbaket Kasus Travo pada IGD RS TC Hillers Maumere. Audiens berlangsung satu jam.

Usai beraudiens dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Ketua Presedium PMKRI Maumere, Flavianus Nong Raga kepada VN mengatakan, PMKRI Maumere menduga kuat kasus pengadaan travo senilai Rp1,8 miliar itu syarat KKN.

Puluhan Mahasiswa PMKRI Maumere saat berorasi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sikka Jumat (21/5) pagi. Foto:Yunus vn

Dimana proyek senilai Rp1.8 Miliar itu, oleh Pokja dan PPK melakukan penunjukkan langsung dan tidak melalui proses tender sesuai Perpres 54 Tahun 2010. Dimana proyek dengan nilai di atas Rp200 juta harus melalui proses tender.

“Apa urgensinya travo itu sehingga tidak melalui proses tender. Selain itu harga travo 1.8 miliar itu tidak masuk akal dan kami memiliki referensi tentang harga travo dengan merek yang sama,” kata Nong Raga.

Dalam audiens dengan Kejari Sikka lanjut Nong Raga, Kajari berjanji akan segera mengumumkan status para pihak yang sudah diperiksa penyidik kejaksaan dalam kasus travo setelah penyidikan rampung.

“Pak Kajari katakan saat ini sedang dilidik dan akan diumumkan status para pihak yang sudah diperiksa. Kami akan menunggu itu dan kalau terlalu lama, kami akan gelar aksi,” kata Ketua PMKRI Maumere.

Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Fahmi, mengatakan bahwa kasus travo saat ini sedang dalam penyelidikan. Hasil penyelidikan akan ditingkatkan dalam penyidikan dengan menetapkan status para pihak.

Demi kepentingan penyidikan Fahmi enggan merinci tahapan Pulbaket yang sudah dilakukan kejaksaan dan para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Usai berdialog dengan Kejari Maumere, Mahasiswa PMKRI meninggalkan kantor Kejaksaan Negeri Sikka dan kembali ke Sekretariat PMKRI Maumere di bawah pengawalan aparat kepolisian dari Mapolres Sikka. (Yan/ol)

Leave a Comment