Positif Covid-19 di Sikka Capai 1.155 Kasus, 254 Dirawat

Sejumlah warga Desa Habi Kecamatan Kangae saat menjalani pemeriksaan Rapid Antigen, Minggu (27/6) siang.
Sejumlah warga Desa Habi Kecamatan Kangae saat menjalani pemeriksaan Rapid Antigen, Minggu (27/6) siang.

Yunus Atabara

Transmisi lokal Covid-19 di Sikka terus meningkat setelah dalam dua pekan terakhir berlangsung pesta pernikahan maupun pesta sambut baru.

Juru bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Sikka dokter Clara Franchis kepada VN Sabtu (26/6) mengatakan angka positif Covid-19 di Sikka mencapai 1.155 kasus, meninggal 12 kasus dan yang dirawat 254 kasus.

Penambahan kasus Covid-19 didominasi transmisi lokal, mulai dari klaster kantoran yang menyasar sejumlah ASN dan klaster pesta yang membludak di desa-desa.

“Klaster kantoran, klaster pesta sudah mencapai 220 orang ditambah lagi 34 orang hasil pemeriksaan di Labkesda yang sedang dirawat di ruang isolasi dan mandiri. Satu orang meninggal dunia,” kata dokter Clara.

Ia menjelaskan kapasitas tempat tidur di ruang isolasi Covid RS. TC Hillers Maumere, sebanyak 15 tempat tidur. Hingga Kamis (24/6) sudah terisi 13 pasien dan tersisa dua tempat tidur kosong.

Ia menegaskan, dengan kondidi ini, Satgas akan berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit slwasta seperti RS St Elisabeth Lela dan RS St Gabriel Kewapante, untuk menjadi rumah sakit second line penanganan pasien Covid -19.

“Di akhir bulan ini angka positif meningkat drastis dari 0 kasus hingga ratusan kasus dalam sepekan terakhir. Hingga saat ini 254 kasus diantaranya ASN dan warga masyarakat,” kata dokter Clara.

Dokter Asep Purnama, sebagai dokter senior yang bertugas di ruang isolasi kepada VN mengatakan saat ini ruang isolasi Covid RS TC Hillers penuh. Seluruh tempat tidur terisi dengan tingkat hunian (BOR) 106,7 persen.

“Kita sedang menyiapkan untuk menggunakan ruangan lain sebagai tempat perawatan penyintas C19.
Mengalihfungsikan ruangan lain, sebagai ruang perawatan penyintas C19,” kata dokter Asep.

Dokter Asep mengajak masyarakat agar saling mendoakan. Masyarakat mendoakan tenaga kesehatan dan sebaliknya tenaga kesehatan mendoakan agar masyarakat tetap sehat. Selalu menerapkan protokol kesehatan.

 

Operasi Yustisi

DPRD Kabupaten Sikka meminta pemerintah agar tetap menggelar operasi yustisi dalam menekan laju penyebaran Covid-19 dari berbagai klaster di Sikka.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa yang meminta pemerintah agar sejumlah kebijakan dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 agar menerapkan penegakkan protokol kesehatan secara ketat melalui operasi yustisi.

“Operasi yustisi harus tetap dilakukan tetapi dengan terhadap prokes, tetapi cara yang lebih humanis dan tegas,” kata Nano.

Ketua Fraksi NasDem, DPRD Sikka, Alexander Agato Hasulie mengatakan fluktuasi angka positif Covid-19 di Sikka terjadi karena kebijakan yang lemah.

“Satgas tidak tegas. Terlalu fleksibel, karena maraknya pesta atas izin yang dikeluarkan oleh Satgas itu sendiri,” kata Hasulie.

Bagi Agato, Satgas Covid-19 harus tegas dalam menerapkan aturan agar masyarakat disiplin dengan tidak mengeluarkan izin setiap keramaian terutama pesta-pesta, tentu jauh lebih baik.

“Kalau Satgas tidak keluarkan surat rekomendasi, saya pastikan orang tidak akan buat pesta,” kata Aga.

Ia menambahkan Satgas covid 19 harus bersinergi dengan aparat TNI dan Polri dengan tidak mengeluarkan surat rekomendasi untuk berbagai acara pesta di Sikka.(bev/ol)

Leave a Comment