Impian Martinus Sau Miliki ‘Istana’ Terwujud di Usia Senja

Martinus Sau dan istri pose bersama Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore di depan rumah barunya.

Impian Martinus Sau, memiliki ‘istana’ baru akhirnya terwujud di usia senjanya. Impiannya itu terwujud berkat program pembangunan rumah layak huni bagi warga miskin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Jumat (25/6) petang, Martinus Sau (77) bersama istrinya Taroci Solo Sau (60) menunggu Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, di depan rumah baru mereka, di RT 27 RW 10, Kelurahan Maulafa. Wali Kota datang, menyerahkan langsung kunci rumah itu.

Petang itu, Martin terlihat tegang, namun wajahnya menyimpan kebahagiaan. Ada harapan dan doa tersemat dihatinya. Betapa ia ingin menyampaikan syukur dan terima kasihnya kepada Wali Kota.

“Saya sangat bersyukur, bisa mendapat rumah baru ini. Saya sudah tua, tidak bisa lagi mencari uang. Tapi sekarang, impian untuk menyiapkan tempat layak bagi anak dan cucu saya, sebelum “pergi” akhirnya terwujud. Sungguh saya sangat berterima kasih,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menjalankan Program Beda Rumah tahun 2021. Angaran sebesar Rp 2,13 dikucurkan dengan target kinerja sebanyak 64 rumah. Martinus Sau, merupakan salah satu dari 64 warga miskin yang rumahnya dibedah.

Martinus Sau, merupakan kaum Urban yang datang mengadu nasib ke Kota tahun 1982 silam. Ia lalu menikah dengan Taroci Solo Sau dan dikaruniai empat anak.

Martinus, bekerja sebagai penjual ikan keliling. Penghasilannya hanya cukup untuk makan minum anak dan istrinya. Keterbatasan biaya pula, yang membuat Martinus harus menguburkan impiannya, menyekolahkan anak-anaknya sampai sarjana.

Martinus membangun rumah berdinding bebak di RT 27 RW 10. Rumah itu hanya memiliki satu kamar. Enam orang dalam keluarga itu harus berbagi kamar. Anak-anaknya terpaksa tidur di dapur, yang juga difungsikan sebagai ruang tamu.

Selama puluhan tahun, rumah itu tidak pernah direnovasi. Tiang penyanggahnya sudah dimakan rayap dan bebak yang sudah mulai lapuk membuat kondisi rumah itu memprihatinkan.

Martinus tak bisa berbuat banyak. Ia sudah putus asa, impiannya untuk membangun rumah layak lenyap seiring dengan usianya yang sudah mulai menua.

Syukur Tak Terkira

Martinus terlihat larut dalam doa yang dikumandangkan Pendeta, Januarita Bulan Baun, sebelum Wali Kota memberikan kunci rumah itu. Wali Kota datang bersama istrinya, Hilda Riwu Kore.

Air Mata Martinus, terlihat tertahan di pelupuk matanya saat melihat Wali Kota, Jefri Riwu Kore bersama istrinya Hilda Riwu Kore duduk di depan rumahnya.

Wali Kota kemudian memanggil suami istri itu, menuntun mereka ke depan rumah baru, membuka pintu, kemudian menyerahkan kunci pintu rumah itu.

Martinus menemukan kebahagiaan yang tak terkira, saat melihat istrinya tersenyum memasuki rumah, sembari dirangkul Wali Kota Jefri Riwu Kore dan Istrinya Hilda Manafe. Air mata, yang tadi sempat tertahan itu, tumpah.

Martinus menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota, yang lewat program Bedah Rumah telah memberi “istana”, sesuatu yang semasa hidupnya tak bisa diwujudkan.

“Terima kasih banyak kepada bapa Wali. Semoga beliau selalu diberkati dalam setiap karya pengabdiannya kepada rakyat banyak,” katanya.

Terima kasih pula, ia sampaikan kepada Legislator muda, Djunaedi C. Kana yang telah mendampinginya, mengusulkan namanya, hingga terwujud.

Selain menempati rumah baru, Martinus juga mendapatkan perabotan rumah tangga, yang disalurkan sejumlah pihak, yang diberikan Hilda Riwu Kore.

Terus membantu

Wali Kota Jefri Riwu Kore, akan terus bergerak membantu warga miskin di Kota. Wali Kota juga meminta maaf kepada warga miskin lainnya, yang belum tersentuh bantuan karena keterbatasan anggaran.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang butuh bantuan. Saya akan berusaha mencari jalan keluar. Kalau kita berbuat baik, dengan jujur, ikhlas dan niat yang tulus, Tuhan pasti beri hikmah dan jalan keluar,” katanya.

Marianus mendapat rumah baru itu bermula dari keprihatinan, Djuneidi Kana, atas kondisi rumahnya yang sudah reyot.

Semangat membantu warga miskin ini, sebenarnya telah tertanam dalam diri Djuneidi Kana, jauh sebelum menjadi Anggota DPRD Kota Kupang.

“Puji Tuhan, telah memberikan saya jalan untuk membantu banyak orang. Lewat tugas dan tangung jawab yang dipercayakan, akan saya manfaatkan untuk memperjuangkan dan membantu saudara-saudara kita,” katanya. (Rafael L Pura/Yan/ol).

Leave a Comment