Kelola Rantai Pasok Komoditas Gizi, Nutrition International Latih Nakes Kabupaten Kupang

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang drg Imelda Sudarmadji memfasilitasi pelatihan dengan materinya tentang Kebijakan Pelayanan Kefarmasian dalam Sistem Kesehatan Nasional pada pelatihan Pengelolaan Manajemen Rantai Pasok Komoditas Gizi kepada pegawai Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Hotel Neo by Aston Kupang, Selasa (28/9).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang drg Imelda Sudarmadji memfasilitasi pelatihan dengan materinya tentang Kebijakan Pelayanan Kefarmasian dalam Sistem Kesehatan Nasional pada pelatihan Pengelolaan Manajemen Rantai Pasok Komoditas Gizi kepada pegawai Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Hotel Neo by Aston Kupang, Selasa (28/9).

Pascal Seran

Nutrition International dan Save the Children bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga Foundation) menggelar pelatihan tingkat kabupaten untuk para pegawai di Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Kupang.

Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Neo by Aston Kupang, Selasa (28/9) itu merupakan Program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) dalam pengelolaan Manajemen Rantai Pasok Komoditas Gizi.

Pelatihan itu merupakan bagian dari rangkaian Penguatan Kapasitas Tingkat Kabupaten, tentang pengelolaan rantai pasok komoditas gizi antara lain suplemen TTD ibu hamil dan remaja putri, kapsul Vitamin A, Oralit dan zink, tablet kalsium.

BISA merupakan proyek terpadu gizi spesifik dan gizi sensitif. Proyek ini didanai oleh Pemerintah Kanada, Pemerintah Australia melalui DFAT,dan the Power of Nutrition, untuk mendukung program nasional pemerintah untuk penurunan stunting.

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan rantai pasok komoditas gizi, seperti suplemen Tablet Tambah Darah (TTD) yang berisi zat besi dan asam folat untuk ibu hamil dan remaja putri; kapsul Vitamin A, Oralit dan zink, serta tablet kalsium di masing-masing unit layanan kesehatan.
Peserta yang terlibat secara luring dalam kegiatan ini berjumlah 43orang, terdiri dari 33 pegawai Puskesmas, 11 orang pegawai Dinas Kesehatan, dan dua orang koordinator provinsi dan kabupaten dari Nutrition International. Adapun peserta yang terlibat secara daring sebanyak enamorang dari Nutrition International. dan Save the Children. Setelah kegiatan ini peserta akan menyusun rencana tindak lanjut untuk diimplementasikan di wilayah masing-masing .

Country Director at Nutrition International Dr Sri Kusyuniati dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program BISA ini dirancang bersama antara Nutrition International, Save the Children, Beppenas, dan Kementerian Kesehatan untuk mendukung program nasional penurunan stunting. Ada pun fokus dari Program BISA ini adalah penguatan sisi pelayanan kesehatan dan gizi, dan pemberdayaan masyarakat dengan mempromosikan perubahan perilaku berkaitan dengan asupan gizi.

Sri Kusyuniati menjelaskan kegiatan Pelatihan Manajemen Rantai Pasok Pengelolaan Komoditas Gizi ini diharapkan petugas pengelola memahami perencanaan kebutuhan komoditas gizi; petugas pengelola komoditas gizi bisa menerapkan sistem manajemen inventaris sehingga ketersediaan stok komoditas gizi dapat dikendalikan dan tidak terjadi kekosongan stok; petugas pengelola dapat memahami mekanisme pasokan ulang secara rutin dan jadwal pasokan ulang yang telah ditentukan; dan petugas pengelola dapat melakukan penerimaan, dan penyimpanan komoditas gizi sesuai dengan SOP yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr Robert AJ Amaheka dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr Tjocorda ISF Swastika mengatakan bahwa, kegiatan ini sangat penting, karena meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan sebagai pelopor dalam menurunkan prevelensi stunting.

Pemerintah Kabupaten Kupang, kata dia, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Nutrition International yang terus berupaya untuk mendukung pemerintah Kabupaten Kupang dalam upaya peningkatan kapasitas tentang manajemen rantai pasok.

Amaheka menjelaskan, pemenuhan gizi sangat penting untuk 1000 hari kehidupan (1000 HPK). “Ini sangat berkaitan erat dengan pemenuhan gizi di awal kehidupan anak. Pada gilirannya, ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus berpengaruh terhadap kesehatannya,” jelasnya.

Namun, harus diakui bahwa banyak masyarakat terutama para orangtua belum memahami betul tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi anak sehingga dianggap bukan hal yang prioritas. Pada tahun 2019 anemia pada ibu hamil di Kabupaten Kupang cukup tinggi, bukan saja terjadi pada trimester satu kehamilan tetapi juga pada trimester dua dan tiga, penyebabnya adalah minimnya kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Lebih lanjut Amaheka menjelaskan, dengan adanya dukungan dari Nutrition International melalui Program BISA dengan berbagai pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pegawai Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk terus melakukan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya mengonsumsi komoditas gizi sesuai kebutuhan.

Selain itu, Amaheka mengharapkan, petugas pengelola komoditas gizi memahami mekanisme pasokan ulang secara rutin dan menerapkan sistem manajemen inventaris sehingga ketersediaan stok komoditas gizi dapat dikendalikan dan tidak terjadi kekosongan stok.

Bertindak sebagai narasumber antara lain pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dari Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Gizi, Bidang Sumber Daya Manusia Seksi Farmasi, Bidang P2 Seksi P2PM. Metode kegiatan ini dilakukan secara daring dan luring. Dalam penyelenggaran kegiatan semua peserta, narasumber dan panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat termasuk negatif rapid test antigen. (bev/ol)

Leave a Comment