PTM Terbatas di NTT Sudah Berjalan Sejak 3 Mei

Seorang guru mendampingi beberapa siswa di salah satu titik kumpul di Kabupaten Sumba Timur. Peran orangtua sangat penting saat siswa belajar dari rumah karena guru tidak bisa berinteraksi lagi secara intens seperti sebelum pandemi. Foto: Jumal/VN
Seorang guru mendampingi beberapa siswa di salah satu titik kumpul di Kabupaten Sumba Timur. Peran orangtua sangat penting saat siswa belajar dari rumah karena guru tidak bisa berinteraksi lagi secara intens seperti sebelum pandemi. Foto: Jumal/VN

Putra Bali Mula

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, menyebut NTT telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas karena berbagai alasan sejak 3 Mei 2021 lalu.

“Sebelum Pak Menteri Nadiem Makariem wacana soal sekolah tatap muka, kita sudah mulai,” tukas Linus saat dihubungi Jumat (10/9).

Ia menyebut durasi sekolah tatap d NTT dibatasi  dari 40 menit ke 25 menit dan jumlah siswa-siswi juga dibatasi 5 hingga 18 siswa. Bagi siswa dengan akses ke sekolah yang sulit, internet buruk atau tiada ketersediaan handphone maka pihak sekolah menyediakan titik-titik kumpul dan guru mendatangi murid-murid dengan agenda yang direncanakan.

Ia mengaku di daerah rawan COVID-19 seperti Kota Kupang, Ende, dan Maumere, banyak sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas karena kendala yang sama seperti tidak mempunyai handphone dan kuota internet.

“Dengan vaksinasi yang berjalan saat ini tentunya untuk guru dan pelajar akan membuat PTM dapat diselenggarakan optimal sesuai protokol kesehatan,” kata dia.

Sementara dalam pemberitahuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Kupang disebutkan pula soal pembatasan kapasitas pembelajaran di sekolah-sekolah.

Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, untuk pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen kecuali untuk: SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5m meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Untuk PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5m dan maksimal 5 (lima) peserta didik per kelas. (bev/ol)

Leave a Comment